JAKARTA, Saco-
Indonesia.com — Para pejabat pemerintahan di sektor keuangan mendadak datang
ke kompleks Dewan Perwakilan Rakyat RI untuk bertemu dengan pimpinan parlemen, Senin (3/6/2013).
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala Bappenas
Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal
Kemenkeu Bambang Brodjonegoro sudah tiba di kompleks DPR RI, Senin pagi.
Hatta mengaku tidak ada yang spesial dalam pertemuan yang disebutnya pertemuan informal
tersebut.
"Kami ketemu, tidak ada yang spesial. Ini pertemuan informal,
tidak ada yang bersifat formal. Biasanya kalau informal lewat telepon," ujarnya.
Saat disinggung tentang adanya penolakan rencana pemerintah memasukkan dana
kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Hatta menampik adanya penolakan karena
rencana dana kompensasi tersebut masih dibahas di parlemen untuk masuk dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013.
"DPR itu intinya adalah
paripurna dan komisi. Kalau fraksi-fraksi silakan, kan dinamika politik seperti itu. Kami
harapkan APBN-P ini kan kepentingan bersama, kepentingan negara," kata Hatta.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyatakan bahwa pertemuan kali ini
adalah persiapan pembahasan APBN-P.
"Kami mendampingi Pak Menko. Mungkin
ada beberapa hal yang perlu disampaikan supaya proses dalam konteks APBN-P jalan sesuai
jangkauan," ucapnya.
Mahendra mengaku ingin mengetahui perkembangan
pembahasan APBN-P di parlemen sehingga bisa diselesaikan tepat waktu. Sementara itu, baik Chatib
Basri dan juga Ketua DPR Marzuki Alie tak mau buka suara tentang pertemuan mendadak ini.
"Tidak ada yang khusus," ujar Chatib terburu-buru sambil masuk ke dalam
lift.
Seyogyanya, bersamaan dengan pertemuan mendadak ini, dilakukan pula
rapat pembahasan rancangan RAPBN -P di Badan Anggaran. Namun, rapat itu akhirnya ditunda karena
seluruh pejabat keuangan bertemu pimpinan DPR. Pimpinan Banggar seperti Wakil Ketua Banggar
Tamsil Linrung dari Fraksi PKS pun hadir dalam pertemuan itu. Diperkirakan, dalam pertemuan pagi
ini, pemerintah dan pimpinan DPR akan membahas tentang rencana memasukkan dana kompensasi
dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P).
Seperti diketahui, rencananya pemerintah akan menaikkan harga BBM pada awal Juni 2013. Namun,
rencana itu akhirnya ditunda hingga minggu ketiga bulan Juni 2013. Pemerintah dan DPR hingga
kini masih menggodok rencana memasukkan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) ke
dalam kerangka APBN-P yang nilainya sekitar Rp 11,6 triliun.